Pages

Senin, 19 Desember 2011

Grace Alone

TEMA HUT KOMISI REMAJA GKR GEDONG—37
“GRACE ALONE”

NATS ALKITAB
Efesus 2:8-9 (TB)
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Ephesians 2:8-9 (NLT)
 “God saved you by His grace when you when you believe. And you can’t take credit for this, it is a gift from God. Salvation is not a reward for the good things we have done, so none of us can boast about it.”

LATAR BELAKANG
                Kehidupan remaja pada zaman ini memang diwarnai dengan berbagai fenomena gaya hidup dan kemajuan dunia yang sangat pesat. Begitu banyak tantangan bagi para remaja Kristen dalam menjalani hidup tanpa kehilangan identitasnya sebagai anak-anak terang. Hal yang lebih sering dijumpai adalah ketidakseimbangan iman, ilmu, dan karakter remaja Kristen sehingga bukan tidak mungkin, mereka yang sudah lahir baru dan melayani sekalipun dapat ikut terbawa arus. Tidak jarang, remaja Kristen—ditengah kegelimangan dunia—memilih untuk menjadi tidak militan mengakui iman Kristen dalam hidupnya, tidak berintegritas lagi, dan bahkan dapat memilih untuk meninggalkan Allah dan menjadi sama seperti si anak bungsu yang hilang (Lukas 15:11-13).
                Disamping fenomena kemajuan dunia tersebut, kehidupan bergereja dan segala aktivitas yang sifatnya rohani, kini juga cenderung berubah fungsi menjadi zona nyaman yang menjadi tembk bagi para remaja. Remaja Kristen yang masih berada di lingkungan gereja tidak jarang ikut mengalami penyimpangan dalam menghidupi iman Kristennya, dimana mereka terjebak dalam ketidakseriusan dalam melayani Tuhan, dengan menganggap pelayanan hanyalah sebuah kegiatan atau aktivitas mingguan yang rutin dijalani. Selain itu, tidak jarang pula remaja Kristen masa kini, yang harusnya berfungsi sebagai perwujudan gereja Tuhan, bersikap cuek dan apatis terhadap kehidupan orang lain di sekitar mereka. Mereka yang harusnya terbeban untuk pergi keluar menjangkau jiwa,  kini lebih banyak berdiam di dalam tembok gereja mereka. Sadar atau tidak, mereka bersikap sebagai anak sulung yang—secara tidak sadar—juga terhilang (Lukas 15:25-30).
                Hal yang mendasari pergeseran nilai-nilai kehidupan kekristenan dalam dunia remaja tersebut adalah kesalahan pemahaman tentang konsep anugerah. Anugerah keselamatan yang diberikan Allah secara cuma-cuma kepada manusia (termasuk remaja) telah salah dimaknai sehingga menimbulkan penyimpangan-penyimpangan teologis maupun etis. Untuk itu, diperlukan suatu renewing dalam mindset para remaja, yaitu kejelasan mengenai anugerah keselamatan dirinya dan bagaimana mengerjakan keselamatan yang telah ia peroleh, sehingga anugerah itu tidak menjadi sesuatu yang dipermainkan, melainkan dihidupi dan dibuahkan.

FOKUS TEMA
Memberi pemahaman kepada remaja GKR Gedong (usia SMP-SMA-universitas) bahwa jika ia masih dapat hidup sampai saat ini, itu semua berkat anugerah Tuhan, bukan usaha ataupun kuat gagahnya sendiri. Anugerah keselamatan memang diberikan Allah secara cuma-cuma kepada kita, tetapi anugerah tersebut bukanlah sesuatu yang murahan, sehingga tidak dapat dipermainkan. Masih ada kesempatan untuk tetap kembali kepada Bapa—dan Bapa akan tetap menyambut, tetapi jangan sampai sambutan Bapa digunakan sebagai suatu alat untuk dapat keluar-masuk seenaknya.

Rujukan:
kisah Onesimus, Paulus, dan Filemon, dimana Onesimus dipenjarakan karena telah melakukan sesuatu—tidak diceritakan—yang membuatnya menjadi “tidak berguna bagi (Filemon)” (Flm 1:11a) namun karena ia ditemukan oleh Paulus di penjara (Flm 1:10) ia mendapat kasih karunia yang mengubahkannya menjadi seseorang yang “sangat berguna, baik bagi (Paulus) maupun bagi (Filemon)” (Flm 1:11b).

SASARAN TEMA
Setelah mendengarkan Firman Tuhan, diharapkan:
·         Jemaat yang belum percaya Kristus dapat mengerti akan karya penyelamatan yang telah dikerjakan Kristus akan diri dan hidupnya, sehingga ia dapat menyerahkan dirinya kepada Kristus, percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.
·         Jemaat yang sudah pernah menerima anugerah keselamatan, namun tidak konsisten dalam imannya saat ini dapat kembali disadarkan tentang konsep anugerah Allah, sehingga ia dapat kembali menghidupi iman percaya dan anugerah yang sudah diterimanya dalam hidupnya sehari-hari.
·         Jemaat yang sudah diselamatkan namun masih berada dalam zona nyaman tembok gereja dapat menyadari bahwa tidak cukup apabila ia hanya menerima anugerah, sehingga ia dapat memulai untuk mewujudnyatakan dan mengerjakan anugerah keselamatan yang sudah diperolehnya melalui pelayanan dan kesaksian hidup.
·         Jemaat yang sudah melayani dan sudah menghidupi iman Kristen dengan baik tetap diingatkan dan disegarkan untuk terus menjaga semangatnya dalam menjalani hidup serupa Kristus.






0 komentar:

Posting Komentar