Pages

Jumat, 26 November 2010

LINDA

hari ini, sabtu siang yang cerah, secerah wajah saya :)
saya jadi ingat perjumpaan dengan seseorang yang menyentuh hati saya...

Hari itu hari Sabtu, di minggu-minggu akhir bulan Oktober. Saya sudah ada janji dengan seorang kakak saya dan guru saya untuk mengunjungi bazar buku di Toko Buku BPK Gunung Mulia, Kwitang. ternyata di sekolah ada banyak teman-teman saya yang sedang rapat dalam rangka persiapan kegiatan LDKS. akhirnya, dua diantara mereka pun ikut dengan kami.. :)

sepulang dari toko buku tersebut, kami makan siang di tukang ketoprak di depan Apotik Kimia Farma seberang Atrium Senen (itu lho, yang gerobaknya warna hijau, tulisannya "Ketoprak Sejati" -- kayaknya abangnya memang dilahirkan untuk bercita-cita sebagai penjual ketoprak deh hahahaha)

waktu lagi makan gitu, datanglah seorang anak perempuan kecil, imut (tapi masih kalah imutnya sama saya) tapi penampilannya lusuh sekali, terlihat dari pakaian da rambutnya. dia memesan sebungkug ketoprak, di tangannya tergenggam uang receh yang lusuh, seribuan dan koin lima ratusan.saya melihatnya sejenak ketika ia mengambil posisi di sebelah saya. saya lantas mengambil sebuah kerupuk dari piring saya dan menyodorkan ke depan mulut anak itu. dia menolak, tetapi mulutnya menyambut kerupuk itu (lucu deh hahaha). dasarsaya iseng, saya tanya namanya. dia bilang namanya Linda. tapi waktu saya tanya rumahnya, dia gak bisa jawab (kelihatannya tunawisma gitu). dibelakangnya, ada seorang anak laki-laki yang membuntutinya, namanya Agung. waktu saya tanya siapa dia, Linda bilang kalau Agung itu pacarnya (lucu lagi deh hahaha). teman-teman saya yang mulai tertarik dengan mereka malah meledek mereka. lantas saya tanya Linda bersekolah dimana. dia menunjuk ke arah seberang sambil menyebut nama sekolahnya (saya lupa). kemudian, teman-teman saya bertanya pelajaran apa yang paling ia suka, kemudian dijawabnya dngan menyebutkan pelajaran matematika. kebetulan, guru saya yang pergi sama-sama kami itu guru matematika, akhirnya si Linda itu diberi beberapa pertanyaan dan kalau bisa dijawab benar, ia diberi lima ratus rupiah.

seusai perjumpaan itu saya berfikir, luar biasa si Linda itu. dia homeless, tapi pintar dan bersemangat. saya tingal di rumah, tapi seringnya malas-malasan. Saya berfikir apa yang salah apakah orangtuanya Linda yang tidak mengusahakan kesejahteraan keluarga, ataukah ketidakpedulian pemerintah terhadap rakyat kecil sehingga membiarkan seorang anak perempuan kecil bergelar tunawisma? Pernah terfikir juga oleh bagian jahat otak saya, kenapa Linda tidak tukar posisi aja dengan Gayus (tapi bukan di penjara, maksud saya di rumah yang di Kelapa Gading)? hmmm....

saya tidak tahu apakah sekarang Linda dan Agung masih di daerah Senen atau idak. yang pasti suatu kali kalau saya bertemu dengannya lagi, pasti akan saya panggil dan saya kasih kerupuk lagi hahaha...

Awan kecil, tolong bantu sampaikan salam hangat saya ya buat Linda..
^^

0 komentar:

Posting Komentar