Di gereja saya, setiap hari Rabu diadakan ibadah Malam Puji dan Doa atau MPD, yang kadang-kadang diisi dengan persembahan pujian dari artis atau penyanyi-penyanyi rohani. Beberapa waktu yang lalu, gereja kami mengundang Nobo (finalis Indonesian Idol RCTI) dan Ve (finalis AFI Indosiar) untuk menyanyi.
Seusai ibadah, setiap jemaat akan menyalami pengkhotbah dan penyanyi undangan. Saat itu saya berada dalam barisan panjang, sampai waktunya ketika saya tiba di depan Nobo dan menyalaminya, saya mengatakan “Tuhan Yesus berkati” lalu Nobo, bersama Ve yang ada di sampingnya terkejut melihat saya dan berkata, “Lu ada di sini juga?”
Saya memang pernah bertemu dengan Nobo di acara ulang tahun Komisi Remaja gereja cabang dari gereja saya yang berada di daerah Teluk Gong, Jakarta. Saat itu Nobo diundang menyanyi. Tak disangka pihak panitia memilih jemaat yang menurut mereka antusias sebagai pemuji paling heboh, dan saya terpilih. Di sanalah saya mengenal Nobo pertama kali, dan tukar-tukaran akun facebook. Ternyata ia bukan orang yang sombong, melainkan rendah hati dan ramah.
Yang membuat saya terkejut, ketika berjumpa lagi malam itu di MPD–yang sudah berselang hampir setahun sejak pertama kali bertemu—Nobo dan Ve masih ingat sama saya. Siapa sih saya, sampai-sampai diingat artis? Senang sekali pastinya.
Tapi ketika saya sudah di rumah, saya jadi berpikir sendiri. Saya diingat sama artis, tapi apa saya juga bisa di”ingat” sama Tuhan? Apa nanti, jika saya sudah bertatap muka dengan Tuhan, Ia masih dapat menyebutkan, ”Hai Carmia, Hamba-Ku yang setia, masuklah, dan turutlah dalam kebahagiaan Tuanmu,”
MAUUUUU!!!!!!!!!
Jangan salah menafsirkan frasa saya, maksud saya ialah bukannya saya merasa Tuhan dapat melupakan saya, tidak seperti itu. Maksud saya, pada waktu itu saya jadi tersentak, apakah nanti Tuhan bilang seperti yang di atas tadi, atau malah ”Aku tidak mengenal kamu, enyahlah dari pada-Ku”. Itu yang saya pikirkan. Dan saya yakin, saat itu saya bukan asal berpikir, bukan asal sekelebat begitu saja, melainkan Tuhan tempatkan pikiran itu sebagai cambuk bagi saya, ”Kamu pilih mana?” seperti itulah.
Dalam doa saya malam itu, saya jujur bilang sama Tuhan kalau saya senang ada artis yang ramah dan masih mengingat saya. Tapi saya juga bilang kalau saya mau diingat Tuhan. Saya mau diakui sebagai Hamba-Nya yang setia. Untuk itu, saya pun diingatkan untuk selalu hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Bukan semau saya, tapi semau Tuhan, karena Tuhanlah yang memiliki hidup saya.
Berkat hari ini bagi saya, Tuhan telah mengingatkan saya, melalui peristiwa ”meet and greet” Nobo dan Ve di gereja, serta melalui pikiran yang tadi. Saya tahu Tuhan mau saya hidup untuk-Nya, memuliakan-Nya, jadi berkat buat Dia. Soli Deo Gloria!
Senantiasa Diberkati, Senantiasa Memberkati.

0 komentar:
Posting Komentar