Tuhan, jagai lelapku malam ini
Berilah bangunku segar esok pagi
Untuk memulai menjalani hari
Pergi sekolah demi mencapai cita-cita tinggi
Ketika pagi mataku tiba-tiba terbuka
Aku tahu itu Tuhan yang izinkan
Tetapi di tanganku ada dua pilihan
Bangkit segera atau tidak beranjak
Sungguh, jawaban doaku adalah aku sendiri!
Ketika sudah bangun lalu aku duduk berdoa
Terimakasih buat pagi yang baru ya Tuhan
Aku mau awali pagi ini bersama Tuhan
Kembali padaku dua pilihan
Langsung berjibaku dengan rangkaian tugas
Atau diam sejenak mengambil Alkitab
Sungguh, jawaban doaku adalah aku sendiri!
Dalam renungan pagi aku berdoa
Tuhan, kiranya damai-Mu tetap di hatiku
Jadikan aku pembawa damai di tengah-tengah ketidakdamaian
Ketika kuhadapi situasi rumit menyulitkan
Kudapati lagi dua pilihan
Bersyukur pada Allah atau mengutuki keadaan
Sungguh, jawaban doaku adalah aku sendiri!
Ketika melangkah aku berdoa
Tuhan, kiranya hati-Mu yang penuh kasih
Dapat juga kumiliki untuk mengasihi orang lain
Lantas lewat di depanku orang yang paling kubenci
Hakku untuk memilih satu diantara dua pilihan
Melengos berpura tidak melihatnya
Atau tersenyum dan menjabat tangannya
Sungguh, jawaban doaku adalah aku sendiri!
Ketika belajar aku berdoa
Tuhan, curahkan kebijaksanaan dan hikmat-Mu yang limpah
Tetapi lengkapi juga dengan hati yang merendah
Ketika kudapati nilaiku lebih rendah dari mereka yang curang
Padaku terdapat dua pilihan
Setia hidup benar atau turut kepada keserongan
Sungguh, jawaban doaku adalah aku sendiri!
Ketika aku berdoa, Allah selalu mendengar
Ketika Allah mendengar, Allah selalu menjawab
Jawaban-Nya nyata dalam segala peristiwa
Dengan bebas sikapku boleh kutentukan
Namun hanya satu aku perlu ingat,
Sungguh, jawaban doaku adalah aku sendiri!
Ditulis pada hari ketika aku tidak berhasil
Menjadi seperti apa yang aku doakan

0 komentar:
Posting Komentar