Pages

Kamis, 05 Agustus 2010

Surat untuk Bapak Ibu Pejabat Tinggi Negeri

Kepada Bapak Ibu pejabat tinggi negeri
Dengarkanlah suara dari hati kecil kami
Kami rindu persatuan terjadi bukan hanya dalam mimpi
Kami ingin kesejahteraan bukan sebatas imajinasi

Wahai Bapak dan Ibu menteri
Kami mohon masa depan yang lebih pasti
Kami muak dengan ribuan jago korupsi
Kami benci dicekoki janji tanpa bukti

Para pemerintah yang masih berbudi
Tolong dengarlah cerita batin kami
Kami ini memang hanya kurcaci
Menyentuh tumitmu saja kami layak dimaki
Namun kami semua masih punya hati
Dan hati kami kini menyanyikan jutaan elegi
Apakah keserasian benar-benar tak ada lagi?
Apakah kejujuran hanya ada dalam cerita fiksi?
Ataukah kehidupan bebas korupsi sungguh-sungguh tak akan terjadi?

Kami dan kau masih sama-sama menikmati matahari
Kami dan kau juga tak pernah absen makan nasi
Karena itu kami berani menuntut hak kami
Kebenaran, kejujuran, dan kepastian masih perlu kami konsumsi
Tanpa racun jahanam yang mematikan bernama korupsi

Wahai Bapak dan Ibu menteri
Tolong jangan rusak mimpi-mimpi kami
Dan jangan tersakiti oleh surat kami ini
Sebab ini hanyalah seuntaian kalung aspirasi

Kepada Bapak Ibu pejabat tinggi negeri
Sekali lagi kami tak mau dikebiri
Jika terus kau cekoki kami racun korupsi
Sekalian saja potong urat nadi kami

Jakarta, 8 April 2010
Mewakili para pemimpi di bumi,
Carmia Margaret 

0 komentar:

Posting Komentar