Sedikit mengendap dan menjejak maju
Di seberang sana si kulit putih sudah memburu
Melihat kita bak rusa yang empuk diberi kaldu
Satu, dua
Mereka mulai mau maju
Berarti kita harus mundur
Tiarap!
Kalau tidak desing peluru itu
Bisa saja menembus mukamu
Ini perjuangan kita, kawan!
Ini hidup kita!
Selangkah kau berani,
Berarti harus sampai mati
Melawan penjajah haus darah itu
Memang sulit, kawan!
Akupun ingin berhenti bermain
Namun, kau dan aku
Kita adalah gacoan yang asli
Yang harus memenangkan duel berkepanjangan ini
Berdoalah selagi sempat
Bertahanlah selagi bisa
Percayalah kita pasti bisa rayakan kemenangan kita kelak
Berdoalah dalam tidurmu, kawan,
Kalau mereka akan segera hengkang
Entah menjajah bangsa lain,
Atau mungkin pulang ke negerinya,
Yang penting bukan di rumah kita
Sudahlah, kawan!
Berbalada pun tak akan memberi arti
Cepat ambil bambumu!
Kita lanjutkan pertarungan besar ini
Bila pun hari ini kita mati,
Percayalah anak cucu kita nanti
Dapat tersenyum dan menikmati
Kemenangan dari perlawanan kita saat ini.
Jakarta, 8 April 2010
Persembahan buat para pejuang yang berani
Dari serdadu kecil yang punya banyak mimpi,
Carmia Margaret.

0 komentar:
Posting Komentar