Bila lihat dari kacamataku
Yang ada di cerminku cuma aku
Beserta segala paket yang terpancar dari kalbu
Entah itu senyum manis berwarna ungu
Ataupun tatapan nanar kelabu
Ya, hanya ada aku
Dan kisahnya hanya seputar diriku
Tapi, sadarkah ada yang berbeda waktu berkaca pagi itu?
Aku yang muncul bukan aku
Semburat yang nampak bukan senyumku
Hei, orang baru!
Siapa namamu?
Mengapa kau merebut posisiku?
Hei, sadarkah kau?
Kata wajah baru itu
Ini aku
Aku yang adalah kau
Aku yang apatis
Aku yang skeptis
Aku yang depresif
Tapi terus sok-sok-an puitis
Ini aku
Aku yang adalah kau
Aku yang menganggap
Hidup di bumi pertiwi
Adalah sebuah hak dan bukan lagi tanggung jawab
Jadi carut-marutnya bangsa ini
Bukan lagi urusanku
Asal aku bisa terus hidup, cukuplah
Pikir bangsa kapan berhenti
Minoritas ‘kan selalu mati
Tiada berfungsi
Ini aku
Aku yang adalah kau
Aku yang hanya pikir diriku sendiri
Aku yang hanya cari kepuasan pribadi
Aku yang harus selalu unggul
Tanpa peduli arti kata kontribusi
Tutup mata buat negeri ini
Tutup mata buat perbaikan hidup insane
Toh semua dicipta di bumi
Sudah ada skenario-nya sendiri-sendiri
Setelah mainkan adeganku dengan rapi
Lantas bisa berhenti
Ini aku
Aku yang adalah kau
Yang sejatinya berhenti
Berhenti memberi arti bagi dunia ini
Karena terus-menerus otak ini dipenuhi
Dengan menarik kepuasan hati
Mengatur semua orang yang kusayangi
Mengisi permintaan yang muncul dari dalam hati
Tanpa kendali
Aku terhenyak
Dia adalah aku
Aku adalah dia
Aku benci dia
Tapi aku menyatu dengannya
Aku si skeptis
Aku si apatis
Aku si depresif
Akukah aku?

0 komentar:
Posting Komentar